Itjentan dan BRMP Aceh Koordinasi dengan Sekda Aceh Salurkan Bantuan Kementan
Dalam rangka membantu penanganan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Sumatera, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama beberapa mitra dan donator berhasil mengumpulkan bantuan senilai Rp 75 miliar lebih untuk meringankan beban korban bencana alam tersebut termasuk di Aceh.
Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh selaku lembaga vertikal Kementan yang ada di propinsi memiliki tanggungjawab untuk mengawal dan menyalurkan bantuan tersebut agar tepat sasaran kepada penerima di lapangan.
Untuk memastikan bantuan Kementan Peduli tersalurkan pada warga terdampak dan tepat sasaran, BRMP Aceh melakukan koordinasi dengan pimpinan daerah yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh Muhammad Nasir Syamaun pada hari Selasa, 9 Desember 2025. Pada pertemuan tersebut Sekda mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Kementan untuk empati dan perhatiannya kepada Aceh dalam bentuk bantuan.
“Tentu kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian atas perhatian kepada masyarakat yang terkena dampak bencana khususnya untuk masyarakat Aceh. Alhamdulillah banyak bantuan yang telah datang untuk korban bencana termasuk dari Kementan hari ini. Saya berharap bantuan itu dapat disalurkan pada lokasi yang sangat membutuhkan terutama di kabupaten Tamiang yang merupakan lokasi terdampak parah”, harap M. Nasir
Pada kesempatan tersebut Kepala BRMP Aceh Rachman Jaya melaporkan bahwa bantuan dari Kementan rencananya akan diturunkan di Pelabuhan Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara dan akan disalurkan pada titik lokasi yang membutuhkan. Oleh karenanya kami sangat membutuhkan arahan dari Sekda agar bantuan tersebut tepat sasaran.
“Bantuan Kementan pada fase tanggap darurat ini didistribusi melalui udara dan laut. Yang via udara beberapa logistik sudah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang dalam bentuk sembako dan sudah didistribusikan kepada para korban di lokasi terdampak dengan menggunakan helikopter. Adapun yang via kapal laut diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Krueng Geukuh diperkirakan pada 15 Desember sebanyak 70 truk” sebut Rachman Jaya